mata angin

barattimur1.jpg

 

protes boleh, setuju juga oke… bahwa warga asli jember kalo ditanya mata angin pasti paling jago… itu kata suamiku, yang bukan orang jember.

maksud dia sih, kalo orang jember harus menggambarkan letak suatu tempat atau alamat, pasti tidak luput dari mata angin… ya utara, selatan, timur dan barat…. tetapi menurutku yang pasti timur dan barat adalah terfavorit.

contohnya nih… dimana sih toko obat “Manjur” itu? jawabannya bukan alamat dengan nama jalan dan nomor yang lengkap, tetapi… “Itu lho sebelah timur nya toko kain di barat masjid besar…

walah… suamiku yang denger jawaban seperti itu bukannya ngerti tapi katanya sih jadi tambah ruwet…

ini poto aku ambil di tempat parkir rumah sakit jember klinik… yang sekarang namanya jadi “Rumah Sakit Perkebunan Nusantara X”. untuk mendeskripsikan tempat parkir sepeda motor yang pindah tempat… baca lah dengan seksama… PARKIR SEPEDA MOTOR PINDAH DI SEBELAH APOTIK CITARUM (TIMUR RS JEMBER KLINIK) TIMUR JALAN.. heboh ngak bahasanya?????

ataukah kalimat tersebut mengalami penerjemahan dari bahasa madura ke bahasa indonesia (tapi bukan yang baik dan benar, lho)????

6 responses to “mata angin

  1. hahaha, menarik nih tulisannya. sepengetahuanku sih bukan dominasi orang jember saja yg suka menjelaskan lokasi suatu tempat dikaitkan dengan arah angin. kebanyakan orang jawa (jawa timur dan jawa tengah) suka sekali menggunakan petunjuk dengan arah angin. kalau anda berkunjung ke pelosok bali (saya sempat tersasar ke jalan kecil yang cukup banyak disana), mereka menggunakan bahasa yang sama, bahasa arah angin!! bahkan kalau anda mengerti bahasa madura (di jember harusnya mudah mencari org yg mengerti bahasa madura), ada salah satu arah angin dalam bahasa madura yang menunjuk kondisi geografi alam secara relatif dari pulau madura!

  2. ooo… di pelosok bali juga ya???? kayaknya memang bali dan madura ada sedikit menyangkut 1 keturunan kali ya pak??? lha wong saya di kuta, juga banyak je orang madura… (lagi jualan jam tangan)…

  3. nugrahadi, dimitri

    sebagai wong jember dan lama tinggal si solo, memang aku sering protes dengan mata angin kalo nanya tempat. Tapi masih jauh lebih mudah cari dan ikuti mata angin daripada kalau anda nanya di tangerang atau bogor, karena jawabannya akan: “ikutin aja angkot nomor sekian sekian yang warna merah sampe prapatan anu, trus ke timur ikutin angkot nomor sekian sekian yang biru ada setrip putihnya”. Naah, ini baru navigasi yang Siip tenan. Aku punya satu teman orang ambon, yang ga bakalan mau buka jendela atau turun motor buat nanya arah di tangerang atau bogor. Ga bakalan! biar disruduk kebo sekalipun.

  4. Ping-balik: Jember Banget » Mau Bertanya Sesat di Jember

  5. Hahaha by the way “papan petunjuk arah” itu masih ada lho sampai sekarang!
    Bulan Juni lalu waktu aku lagi penelitian disana aku juga nanya ama Pak Wawan, kabag humas disana. Pak Wawan cuma mesam-mesem aja waktu papan itu aku protes:)

    Ga papa lah, yang penting i love jember…..

    Salam Kenal ya mbak, salam hangat juga buah suami dan buah hati…

    nb: ga ke jember nih? kan lagi BBJ (Bulan Berkunjung ke Jember)

  6. Ping-balik: Mau Bertanya Sesat di Jember | Jember Banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s